Di Indonesia khususnya di Jakarta saat ini sedang marak-maraknya sepeda fixie. Apaan tu Fixie? klo kata wikipedia sih gini.

“bicycle that has no freewheel, meaning it cannot coast — the pedals are always in motion when the bicycle is moving.”

Jadi Fixie itu sepeda yang putarannya g punya freewheel, jadi g bisa meluncur kayak sepeda yang kita pake biasa. Jadi kalo kamu mutarin pedalnya kedepan sepeda bakal mutar ke depan, klo kamu mutarin pedal ke belakang, maka sepeda juga bakal ikutan gerak ke belakang.

 

 

Apa sepeda yang di bawah ini fixie?

Bisa y bisa tidak. Inti dari sepeda fixed Gear adalah pada Hub belakang yang tanpa freewheel. Jadi sepeda apapun bentuknya, asalkan dia bergerak satu arah mengikuti arah pedal, maka itulah Sepeda FixedGear. Untuk itu ada baiknya kita tau sedikit banyak tentang sejarah Fixed Gear.

Sepeda fixie adalah sepeda yang digunakan kaum pengantar pos/koran/majalah, yang biasa dikenal dengan kurir di wilayah kelahiran saya di Amerika sana, persisnya di New York. Mereka mengalami masalah lead time pada saat mendeliver paket mereka karena kondisi kota New York yang begitu padat. Makanya mereka memilih sepeda sebagai altrernative, dan hasilnya memuaskan dengan lead time delivery berkurang dan pengiriman yang jauh lebih cepat.

Fixie Bike, yang menggunakan Fixed Gear, akan membuat ayunan pedal terus berputar seiring dengan perputaran roda belakang, sehingga untuk melakukan pengereman, maka si pengendara harus mengurangi putaran pedal dengan cara gaya melawan arah putaran pedal.. atau biasa di sebut dengan sistem ‘door trape’.

Jadi kalo kita make sepeda Fixed Gear kita balik ke jaman dulu dong, jaman waktu freewheel belum ada. Ya benar, sepeda pada awalnya belum memiliki freewheel. Freewheel Mechanisme sendiri baru ditemukan pada tahun 1902-1903. Sedangkan sepeda sebelum itu semuanya masih fixed Gear.

Jadi kenapa sepeda fixed Gear sekarang jadi ngetren? Alasan pertama mungkin karena orang-orang di Luar Negeri sekarang lagi pada suka make sepeda jenis ini. Mungkin mahasiswa Indonesia yang kuliah di Ostrali atau di daerah mana yang lumayan banyak pengguna fixienya, biar diliat tampil beda maka ngebawa wabah ini ke Indonesia. Dan karena orang Indonesianya juga pada latah dan jiwa kolonialismenya kental (pokoknya yang dipake Bule tu bagus deh), maka ikut-ikutan make Fixed Gear buat gaya-gayaan.

Oh jadi itu alasan mereka pada pake Fixie? Tidak saudara-saudara. Fixie jadi Ngetren di Indonesia punya alasan lebih dari itu. Salah satu yang saya tau, ada beberapa kelebihan (atau mungkin kekurangan juga kali ya?) yang buat orang suka sama sepeda jenis ini.

  1. Sepeda Fixed Gear Itu simple, karena sepeda ini tidak perlu menggunakan mekanisme rem, cukup menghentikan laju pedal maka laju roda sepeda akan berhenti dengan sendirinya. Tapi untuk keamanan, karena keterbatasan skill bersepeda juga tidak jarang pengguna sepeda ini masih menggunakan front break. Apalagi jika menimbang ketika harus melewati medan yang menurun atau resiko putus rantai di tengah jalan.
  2. Dari sisi efisiensi, sepeda Fixed Gear jauh lebih efisien. Kenapa lebih efisien, karena tidak adanya freewheel tadi. Sehingga semua tenaga yang kita keluarkan untuk mengayuh semuanya diberikan kepada sepeda. Buat yang benar-benar pengen olahraga dan butuh kecepatan, maka anda akan benar-benar puas menggunakannya
  3. Bisa jalan mundur. Alasan lucu y, tapi salah satu kehebatan sepeda fixie adalah bisa jalan mundur.
  4. Alasan lain yang tidak bisa saya tuliskan disini

Jadi apa yang harus dipersiapkan untuk membuat fixie? Yang paling utama tentu hub. Tinggal minta bikinin hub buat becak klo mau buat sendiri. Atau beli Hub Fixie yang udah jadi. Ada banyak macam, ada yang cuma buat fixed gear doang, dan ada juga model flip-flop. Jadi untuk model flip-flop kita bisa ganti mode fixed gear atau single gear dengan membalik roda belakang sepeda. Dan satu lagi, jangan samain y hub fixie ama hub torpedo, karena hub torpedo itu masih ada freewheel.

Hal kedua yang harus dipersiapkan adalah frame sepedanya. Ada syarat tertentu buat frame sepeda buat dipasangin hub fixie, syaratnya tidak jauh berbeda dengan frame sepeda single gear. Intinya, panjang rantainya nantinya bisa kita sesuaikan ulang, mengingat posisi rantai sangat menentukan nyawa anda jika anda menggunakan fixie. Inilah model drop out frame yang cocok untuk fixie.

Biar lebih gaya, biar kayak anak muda jaman sekarang kita pake frame yang model balap. Biar keliatan simpelnya, dan bisa gaya di depan cewek-cewek. Pertimbangan memilih frame juga harus disesuaikan dengan jenis ban/rim yang kita pakai. Misalkan kita ingin pake rim kayak sepeda balap, maka kita harus sesuaikan ukuran framenya.

Hal lain yang lebih dari ini tergantung dari kreativitas anda. Seadanya juga tidak masalah, yang penting bisa merasakan sensasi fixie dan bisa tampil beda sambil gowes. Satu hal lagi yang lumayan penting adalah toe clip (buat nahan pedal biar tetap nampol ama kaki). Supaya waktu mau ngerem kaki kita gak lepas dari pedal. Ingat, pengereman dengan menahan pedal ini menentukan keselamatan kita.

Jadi jangan sering terlalu terpengaruh kalau sepeda fixed gear itu harus kayak gini atau kayak gitu. Inti dari sepeda fixed gear itu y terletak pada gearnya yang satu arah saja. Karena kemaren saya waktu gowes pagi-pagi papasan sama orang yang make sepeda dengan model kayak sepeda fixie jaman sekarang yang lagi ngetren. Waktu di turunan saya tetap ngayuh sepeda MTB kesayangan, ngeliat di depan ada Fixie jadi tertarik buat tanya-tanya. Tapi Waktu ngeliat dia di turunan berhenti ngayuh, malah bikin ketawa sendir. Ternyata yang didepan ini Fixie Wannabe.

Tapi terlepas dari Fixie Wannabe atau bukan, menurut saya ada hal yang lebih penting. Yaitu mau apapun jenis sepeda yang anda pakai, yang terpenting sepeda itu bukan cuma jadi pajangan atau dipakai buat mejeng doang. Tapi sepeda itu benar-benar anda pakai untuk olahraga dan juga komitmen mengurangi polusi. AYO GOWESS!!!

Sepeda ane nih

eh salah, pengennya punya sepeda itu, tapi yang kebeli cuma yang ini.