Oke, sambil nungguin subuh daripada tulisannya g jadi dibuat lebih baik saya cicil dulu. Judul besar yang ingin saya bahas disini adalah pendapat saya tentang Debt Based Money System. Yang kalau ditulis secara keseluruhan akan sangat panjang dan memiliki banyak sub judul yang perlu dibahas. Untuk itu dalam bahasan pertama ini saya ingin memaparkan satu hal yang perlu kita ketahui lebih dulu sebelum membahas lebih lanjut mengenai debt based money system. Hal pertama yang harus kita bahas adalah mengenai Uang sebagai hal utama ketika kita membicarakan DBMS.

Saya akan sedikit banyak mengutip mengenai uang dari wikipedia dan bagian yang saya bold merupakan bagian yang menurut saya harus menjadi perhatian lebih karena akan sangat berkaitan dengan DBMS yang nantinya akan kita bahas pada artikel berikutnya. Sedikit banyak mengenai DBMS akan sedikit saya bahas karena tulisan ini muncul karena sebuat thread di DC yang memperdebatkan masalah ini. Pengertian DBMS lebih lanjut akan saya jelaskan tentunya di artikel berikutnya dan di waktu yang berbeda.

Add a comment
Selengkapnya: Uang (Debt Based Money System 1)

Malam yang seharusnya saya nikmati dengan istirahat dan tidur lebih awal malah berujung pada "begadang maning...begadang maning". Bedanya kali ini bukan karena ujian, bukan karena galau ditinggal pacar atau galau karena being replaced. Edisi begadang malam ini adalah edisi terus berpikir di tengah keheningan agar nantinya saya bisa lebih dewasa dalam menyikapi masalah, bukan cuma mengatakan apa yang saya tau, tetapi juga memikirkan akibat dari kata-kata yang saya keluarkan.

Tema tulisan malam ini merupakan tulisan kedua saya mengenai Almamater saya tercinta, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Karena malam ini lagi begadang, saya putuskan untuk blogwalking sembari menambah wawasan. Dan salah satu blog yang saya temukan malam ini adalah blognya salah satu mahasiswa stan, kalo diliat dari isinya kayaknya mahasiswa PBB. Alamatnya di warna-warnistan dibuat awal Januari 2011 yang lalu.

Add a comment
Selengkapnya: Mahasiswa STAN itu..... (1)

Hari ini ujian KSPK benar-benar super, walaupun soal Essainya lebih kepada analisa kasus (alias bisa dijawab dengan mengarang bebas), tapi soal pilihannya lumayan *****. Mungkin karena beda dosen, ada beberapa soal yang sebenarnya g pernah disampaikan pak dosen (mungkin karena dosennya sibuk jadi jarang menyampaikan materi). Salah satu yang menarik adalah platonic love, salah satu unsur close relationship yang ada di materi, tapi saya sendiri tidak tau apa maksud dari kata-kata itu. Awalnya kebaca plankton love, ternyata platonic. :D

Add a comment

Selengkapnya: Platonic Love

Tulisan ini mungkin merupakan sikap tambahan dari artikel sebelumnya mengenai BPHTB Mulai Hambat Pertumbuhan Rumah Rakyat dimana kisruh BPHTB menyebabkan proses peralihan hak atas tanah menjadi terhambat. Dimana pada sebuah peristiwa perolehan melibatkan tiga pihak berbeda, antara lain pemungut BPHTB, PPAT, dan BPN. Ketika salah satu pihak tidak ada maka proses pengalihan/perolehan tanah menjadi tidak bisa dijalankan. Terutama oleh BPN sebagai Badan yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan sertifikat Hak Atas Tanah dalam rangka menjamin kepastian hukum dari kepemilikan tanah.

Dalam sebuah proses peralihan hak atas tanah hal pertama yang terjadi adalah proses kesepakatan jual-beli antara penjual dan pembeli. Kesepakatan jual beli ini dikukuhkan melalui sebuah akta jual beli yang ditandatangani oleh PPAT. Namun syarat pertama sebelum PPAT dapat menandatangani akta jual-beli berdasarkan  pasal 91 UU PDRD tahun 2009 adalah harus dilunasinya BPHTB. Dan sebagai bukti lunasnya BPHTB adalah adanya SSB (surat setoran Bea) yang menjadi syarat untuk ditandatanganinya akta jual-beli oleh PPAT.

 

Add a comment
Selengkapnya: Mengatasi Kisruh Pendaerahan BPHTB