Tulisan kali ini berkaitan dengan salah satu webserver pesaing Apache yang sampai saat ini masih menguasai 50% webserver yang ada di dunia. Webserver yang akan kita bahas yaitu Nginx yang berdasarkan netcraft.com digunakan sekitarĀ 22% webserver di dunia. Menurut mitos yang beredar (nanti mengenai kelebihan Nginx akan saya tulis ditulisan khusus) Nginx sangat baik digunakan untuk website bertrafik tinggi. Namun tentunya memiliki kekurangan yang paling kentara yaitu sulitnya konfigurasi server dibandingkan dengan menggunakan Apache (belum bisa saya konfirmasi karena belum melihat perbedaannya di webserver yang online). Kenapa saya menggunakan Nginx? Untuk mengantisipasi website yang saya kembangkan apabila harus bermigrasi menggunakan VPS just in case traffik website tersebut terlalu tinggi untuk sharedhosting.

Resep

Untuk menggunakan tutorial ini maka spesifikasi yang anda perlukan antara lain:

  1. Komputer (tentunya) dengan sistem operasi Ubuntu 14.04 LTS (sesungguhnya tidak bermasalah versi berapapun, petujuknya tidak akan berbeda jauh)
  2. Koneksi Internet
  3. terminal

Instalasi Nginx

Webserver adalah aplikasi yang akan kita gunakan untuk menjadi server website kita. Dalam hal ini webserver yang akan kita gunakan adalah Nginx. Dalam tulisan ini semua sumber aplikasi akan diperoleh dari repositori default ubuntu.

[code]sudo apt-get update && sudo apt-get install nginx [/code]

Instalasi mySQL

Langkah berikutnya adalah menginstall Database Management System yang dalam tulisan ini kita akan menggunakan mySQL. Berhubung kebanyakan aplikasi yang saya gunakan menggunakan DBMS ini. Untuk menginstall mySQL masih sama seperti menginstall nginx yaitu dengan menggunakan repositori ubuntu.

[code] sudo apt-get install mysql-server[/code]

Selanjutnya anda akan diminta untuk memasukkan password root dari mySQL server anda, masukkan password tersebut kemudian proses instalasi selesai.

Berikutnya kita akan mengenerate struktur direktori penyimpanan database dengan perintah

[code]sudo mysql_install_db[/code]

Terakhir kita mengatur setting secure instalation untuk mySQL untuk mengelola keamanan dengan menghapus konfigurasi sebelum ke mode produksi.

[code]sudo mysql_secure_installation[/code]

Begitu setting untuk produksi telah disiapkan kita sudah siap menggunakan mySQL untuk proses aplikasi.

Instalasi PHP

Dalam tutorial kali ini kita akan menggunakan PHP sebagai backend kita. Bahasa yang mulai banyak ditinggalkan oleh developer-developer masa kini ini (namun masih menguasai backend di banyak website dengan framework dan layanan webhosting yang lebih murah dibandingkan backend yang lain) akan menjadi salah satu alternatif dalam webserver kita. Untuk instalasi kita akan menggunakan PHP versi 5 fastCGI process manager (php5-fpm) yang akan kita ambil dari repositori ubuntu

[code]sudo apt-get install php5-fpm php5-mysql[/code]

Berikutnya kita akan melakukan konfigurasi php.ini untuk merubah setting cgi.fix_pathinfo menjadi cgi.fix_pathinfo=0 melalui terminal.

[code]sudo nano /etc/php5/fpm/php.ini[/code]

Kemudian lakukan restart php5

[code]sudo service php5-fpm restart  [/code]

Konfigurasi Nginx - PHP

Kemudian kita akan mengkonfigurasi default setting dari nginx

[code] sudo nano /etc/nginx/sites-available/default [/code]

Konfigurasi server ngnix yang dapat kita gunakan kira-kira seperti ini. Sesungguhnya sebagian besar setting ini sudah ada dalam default, hanya saja perlu di uncomment terlebih dahulu.

server {
    listen 80 default_server;
    listen [::]:80 default_server ipv6only=on;

    root /usr/share/nginx/html;
    index index.html index.htm;

    server_name localhost;

    location / {
        try_files $uri $uri/ =404;
    }
}

Kemudian lakukan restart nginx

[code]sudo service nginx restart [/code]

Instalasi phpMyAdmin

Selanjutnya kita akan menginstall phpMyAdmin agar lebih mudah dalam mengelola mySQL.

[code]sudo apt-get install phpmyadmin[/code]

Selanjutnya anda akan diminta memilih webserver yang digunakan, pilihannya hanya ada apache dan litespeed, lewatkan saja dengan menekan tombol tab.

Berikutnya kita akan membuat link dari phpmyadmin agar bisa diakses lebih cepat lewat http://localhost/phpmyadmin

sudo ln -s /usr/share/phpmyadmin /home/[username]/www

Terakhir maka kita akan membuat setting agar module mycript dapat digunakan.

sudo php5enmod mcrypt
sudo service php5-fpm restart

Setelah semua selesai maka server nginx Ubuntu kita siap digunakan. Folder instalasi website ada di home/[username]/www/ sedangkan untuk mengelola database dapat menggunakan phpmyadmin atau mysql GUI yang lain yang banyak tersedia.

Demikian penjelasan singkat mengenai setup nginx pada Ubuntu server. Semoga membantu teman-teman semuanya


Sumber:

https://www.digitalocean.com/community/tutorials/how-to-install-linux-nginx-mysql-php-lemp-stack-on-ubuntu-14-04

https://www.digitalocean.com/community/tutorials/how-to-install-and-secure-phpmyadmin-with-nginx-on-an-ubuntu-14-04-server

http://news.netcraft.com/archives/2015/06/25/june-2015-web-server-survey.html

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.