Sejak mulai beralih ke VPS dan CS untuk web yang lebih aman bagi beberapa project, jadi saya mulai berkutat dengan yang namanya panel domain, yang biasanya cukup mengisi name server kemudian selesai tapi setelah berurusan dengan server yang lebih kompleks jadi ketemu banyak istilah baru yang udah ada dari dulu tapi baru dipake sekarang. He..he..he.. 

Berikut beberapa istilah dalam DNS Host, sekalian ngapalin juga nih.

 

Host Type (A): Ini tipe host paling dasar yang paling sering digunakan. Pada field ini kita memasukkan ip server tempat kita ingin mengarahkan domain. Terutama yang punya CS, atau DS pribadi yang dengan ip publik. Jika satu ip publik dibagi ke beberapa port (atau tidak menggunakan port 80) maka jangan lupa untuk mencantumkan port pada alamat ip yang anda gunakan. Contoh: 10.10.2.10:8800.

DNS Host (Round Robin): Not really sure tentang fungsi utama dari tipe host ini. Menurut wikipedia,

Round Robin DNS is a technique of load distribution, load balancing, or fault-tolerance provisioning multiple, redundant Internet Protocol service hosts, e.g., Web server, FTP servers, by managing the Domain Name System's (DNS) responses to address requests from client computers according to an appropriate statistical model. 

Jadi tipe host ini digunakan untuk beberapa ip publik yang kita punya, tujuannya ya seperti yang wikipedia sebutkan di atas. Karena saya miskin IP publik maka fitur ini belum pernah saya gunakan. Yang paling sering malah satu IP publik dibagi-bagi pake port buat beberapa server. He..he..he..

DNS Alias (CNAME): Seperti namanya cuma buat alias. Jika redirect akan merubah address, maka dengan DNS alias kita menggunakan address alias sebagai domain utama.

Web Redirect: Hampir sama seperti alias, hanya saja opsi ini akan turut mengubah address bar ke domain tujuan redirect, sehingga domain ini hanya terlihat seperti numpang lewat dan tidak menampilkan apa-apa.

Baik demikian sebagian tipe host yang perlu diketahui jika ingin mulai memanfaatkan IP publik dengan port yang dibuka dari provider yang ada. Sebagai informasi, saat ini FirstMedia dan Speedy sudah mulai menutup port-port yang disediakan, oleh karena itu ketika kita mendapatkan IP publik dari provider tersebut harus memberikan permintaan tertulis terlebih dahulu agar dibukakan port yang kita butuhkan (firstmedia menolak, speedy membolehkan dengan bandwidth tertentu).